BeritaMahasiswa

Tim Dosen dan Mahasiswa Teknik Geologi Universitas Lampung Adakan Kuliah Lapangan dan Focus Group Discussion (FGD) di Kabupaten Lampung Barat

Sebanyak 45 mahasiswa dan 7 dosen pembimbing dari Universitas Lampung (Unila) dan Institut Teknologi Sumatera (Itera) sukses menyelenggarakan kegiatan Kuliah Lapangan dan Focus Group Discussion (FGD) di Kabupaten Lampung Barat. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 28 hingga 30 November 2025 ini, bertujuan untuk memperdalam pemahaman mengenai warisan geologi (geoheritage) serta merumuskan langkah strategis pengembangan situs geologi di wilayah tersebut bersama pemerintah daerah setempat.

Rangkaian kegiatan diawali pada tanggal 28 November 2025 dengan sesi pembekalan materi secara daring melalui Zoom Meeting. Dalam sesi ini, peserta mendapatkan pemaparan komprehensif mengenai “Warisan Geologi Lampung Barat” langsung dari narasumber ahli Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), yaitu Bapak Dida Yurnaldi, S.T., Ph.D.

Pada hari kedua, 29 November 2025, rombongan yang terdiri dari 30 mahasiswa Teknik Geologi Unila angkatan 2024 dan 15 mahasiswa Itera angkatan 2022-2024, didampingi oleh para dosen pembimbing, melakukan observasi lapangan. Peninjauan difokuskan pada tiga lokasi geosite utama, yakni di Kecamatan Batu Brak, Balik Bukit, dan Lumbok Seminung.
Kegiatan di lapangan berlangsung secara kondusif. Para mahasiswa terlihat antusias mengamati singkapan batuan dan morfologi bentang alam, menghubungkan teori yang didapat di perkuliahan dengan kondisi riil di lapangan. Diskusi-diskusi kecil antara dosen dan mahasiswa terjadi secara intens di setiap titik pengamatan, menciptakan suasana akademik yang hidup di lapangan. Kegiatan lapangan ini diakhiri dengan kunjungan ke wisata Danau Ranau.

Puncak kegiatan dilaksanakan pada tanggal 30 November 2025 melalui sesi Focus Group Discussion (FGD). Forum ini mempertemukan akademisi dengan perangkat daerah setempat untuk menelusuri sejarah terbentuknya geosite Lampung Barat, memahami kemajuan pengembangan geopark di daerah lain, serta rekomendasi berikutnya untuk pengembangan geopark di Lampung Barat.

Terkait urgensi kegiatan ini, Kepala Program Studi (Kaprodi) Teknik Geologi Universitas Lampung (Unila) adalah Prof. Dr. Ir. Ahmad Zaenudin, S.Si., M.T. menyampaikan pandangannya, “Kegiatan ini bukan sekadar transfer ilmu di lapangan, melainkan bentuk nyata kontribusi akademisi dalam mendukung pengembangan Warisan Geologi Lampung Barat. Kolaborasi antara mahasiswa Unila, Itera, dan pemerintah daerah sangat krusial untuk memetakan potensi sekaligus menjaga kelestarian warisan geologi ini agar dapat memberikan dampak edukasi dan wisata yang berkelanjutan bagi masyarakat. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mahasiswa tidak hanya memahami teori geologi, tetapi juga mendapatkan pengalaman empiris dalam mengenali karakteristik batuan dan bentang alam secara langsung di beberapa geosites Lampung Barat.”

Melalui kolaborasi lintas perguruan tinggi dan pemerintah daerah ini, diharapkan lahir rekomendasi strategis bagi pengembangan pariwisata berbasis geologi di Lampung Barat. Rekomendasi tersebut dapat menjadi acuan saintifik yang valid dalam upaya pelestarian situs geologi serta penguatan status Geopark di wilayah tersebut. Selain itu, kegiatan ini menjadi bukti nyata implementasi tridharma perguruan tinggi, yang mana keilmuan geologi hadir sebagai solusi dalam perencanaan pariwisata berkelanjutan.

Bagikan ke:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.