ANALISIS KECEPATAN GELOMBANG GESER (Vs30) MENGGUNAKAN METODE SEISMIK MASW

ANALISIS KECEPATAN GELOMBANG GESER (Vs30) MENGGUNAKAN METODE SEISMIK MULTICHANNEL ANALYSIS OF SURFACE WAVE (MASW) UNTUK MENENTUKAN RESIKO BENCANA GEMPABUMI DI KOTA BANDAR LAMPUNG

Syamsurijal Rasimeng1,2, Eki Zuhelmi3, Esha Firnanza2 dan Titi Setianing Rahayu2

1Pusat Kajian Mitigasi Bencana Fakultas Teknik Universitas Lampung, Jl. S. Brojonegoro No.1 Bandar Lampung 35145, email: syamsurijal.rasimeng@eng.unila.ac.id

2Jurusan Teknik Geofisika Fakultas Teknik Universitas Lampung, Jl. S. Brojonegoro No.1 Bandar Lampung 35145, email: eshafirnanza@gmail.com

3PT. Spectrum GeoSolution, Jl. Griya Rahayu Blok R/10 Way Halim Permai Bandar Lampung 35145, email: eki.zuhelmi@gmail.com

ABSTRAK

Telah dilakukan penelitian analisis kecepatan gelombang geser (Vs30) untuk mendapatkan indicator nilai pergerakan tanah sebagai upaya mitigasi bencana gempabumi pada beberapa lokasi di wilayah Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan metoda seismik Multi-channel Analysis of Surface Wave (MASW) aktif. Prinsip dasar metode MASW adalah menentukan kecepatan gelombang geser dari perlapisan batuan dekat permukaan (subsurface). Lokasi penelitian meliputi; (1). Kedaton yang mewakili zona pendidikan, perdagangan, dan fasilitas umum, (2). Kemiling yang mewakili zona perumahan, (3). Teluk Betung Utara yang mewakili zona pusat perkantoran/pemerintahan dan (4). Panjang mewakili zona industri. Pemilihan lokasi didasarkan pada level urgensi-nya terhadap kerawanan gempabumi berdasarkan klasifikasi jenis batuan bawah permukaan. Tahapan penelitian ini meliputi; (i). Pengukuran data pada empat lokasi tersebut, (ii). Pengolahan data meliputi edit geometri, FFT, picking kurva frekuensi vs phase-velocity, (iii). Perhitungan inversi Vs30 vs kedalaman, (iv). Analisis dan Kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh kecepatan gelombang geser Vs30 rata-rata pada keempat wilayah tersebut antara lain; Kedaton (215 m/dtk), Kemiling (160 m/dtk) dan Panjang (135 m/dtk) yang diidentifikasi sebagai lapisan batuan endapan dan merupakan hasil pelapukan batuan yang belum mengalami kompaksi. Sedangkan wilayah Teluk Betung Utara dengan kecepatan gelombang geser sebesar 550 m/dtk diidentifikasi hanya memiliki lapisan top soil sangat tipis yang berada di atas batuan keras atau batuan kompak dan merupakan produk dari gunung Betung. Sehingga wilayah Kedaton, Kemiling dan Panjang yang mewakili zona fasilitas umum, perumahan dan industry merupakan wilayah yang memiliki resiko kerusakan tinggi saat terjadi gempabumi.

Kata kunci: MASW, gempabumi, amplifikasi, bencana, seismik

Syamsurijal_Rasimeng_Analisis_Kecepatan_Gelombang_Geser(Vs30)

Leave a Reply